5 Merek Mobil Listrik Terlaris di Indonesia Kuartal I 2026, BYD Masih Mendominasi
Pasar mobil listrik Indonesia tumbuh pesat pada kuartal I 2026 dengan penjualan yang hampir dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.
Gelombang elektrifikasi kendaraan di Indonesia semakin sulit dibendung. Data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) sepanjang Januari-Maret 2026 mencapai 33.146 unit, melonjak sekitar 96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan tersebut menandakan mobil listrik mulai diterima lebih luas oleh masyarakat Indonesia. Persaingan produsen pun semakin ketat, terutama antara merek-merek asal China yang kini mendominasi pasar nasional.
Berdasarkan data Gaikindo yang diolah Databoks, berikut lima merek mobil listrik terlaris di Indonesia pada kuartal I 2026:
| Peringkat | Merek | Penjualan (Unit) |
|---|---|---|
| 1 | BYD | 12.473 |
| 2 | Jaecoo | 7.827 |
| 3 | Geely | 2.813 |
| 4 | Wuling | 2.626 |
| 5 | Aion | 2.148 |
BYD menjadi pemimpin pasar dengan pangsa sekitar 38 persen dari total penjualan mobil listrik nasional. Keberhasilan ini ditopang sejumlah model populer seperti BYD Atto 1, BYD M6, dan BYD Sealion. Sementara Jaecoo yang baru masuk pasar Indonesia pada akhir 2025 langsung menempati posisi kedua berkat tingginya permintaan terhadap model J5.
Dominasi merek China terlihat semakin kuat. Dari 10 besar merek mobil listrik terlaris, hanya sedikit pemain non-China yang mampu masuk daftar. Fenomena ini menunjukkan perubahan peta persaingan industri otomotif nasional yang selama puluhan tahun didominasi produsen Jepang.
Masa Depan Mobil Listrik Semakin Cerah
Prospek mobil listrik di Indonesia dinilai masih sangat menjanjikan. Selain didorong harga yang semakin kompetitif, pemerintah juga terus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik melalui pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), insentif fiskal, dan penguatan industri baterai dalam negeri.
Pertumbuhan pasar yang hampir 96 persen dalam satu tahun menunjukkan bahwa mobil listrik telah memasuki fase adopsi yang lebih luas. Jika tren ini berlanjut, kontribusi kendaraan listrik terhadap total penjualan mobil nasional diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Selain itu, investasi produsen global yang membangun fasilitas produksi di Indonesia diperkirakan akan membuat harga mobil listrik semakin terjangkau. Kehadiran pabrik lokal juga akan meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri kendaraan listrik di Asia Tenggara.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih perlu diatasi, mulai dari pemerataan infrastruktur pengisian daya, harga kendaraan yang masih relatif tinggi dibanding mobil konvensional, hingga edukasi masyarakat terkait penggunaan kendaraan listrik. Diskusi di kalangan pengguna otomotif juga menunjukkan bahwa biaya operasional yang rendah dan efisiensi energi menjadi alasan utama masyarakat mulai beralih ke kendaraan listrik.
Dengan semakin banyaknya pilihan model, meningkatnya investasi industri, serta dukungan pemerintah, mobil listrik diperkirakan akan menjadi salah satu motor pertumbuhan industri otomotif Indonesia dalam dekade mendatang.





